Nasib Dana Desa di Akir Tahun

OASE NUSANTARA
- PONOROGO,- Realitasnya gerakan pemberdayaan masyarakat sebenarnya sudah masif ditataran pelaku desa dengan berbagai study banding. Seringkali study banding menjadi kemasan kegiatan untuk menghabiskan anggaran atau melegalkan pendapatan  lebih bagi pelaku desa, lucunya terkadang kegiatan ini dikelola berkelompok antar desa dalam sebuah wilayah padahal potensi desanya berbeda.

Pada dasarnya pelaksanaan study banding harus melalui beberapa tahapan perencanaan :
Pertama Analisa potensi desa dalam hal ini harus dipetakan jenis potensi desa apa yang akan dikembangkan, apabila sudah punya kegiatan yang sudah berjalan, harus mampu menentukan dimana letak kekuarangannya. Diperlukan analisa khusus serta kepekaan pelaku desa dalam pemetaan potensi ini, sehingga menghasilkan dasar potensi desa, kekurangan pelaksanaan kegiatan serta target pengembangan yang tepat. Bagi pelaksanaan bersama antar desa diperlukan pembuatan desa dengan kluster potensi desa yang sama.

Kedua Analisa target lokasi, dalam hal ini diperlukan analisa khusus serta referensi detail terhadap daerah-daerah yang punya potensi desa sama dan sudah berhasil serta mempunya karakter spesial dalam pelaksanaannya.

Ketiga Survey target lokasi dalam hal ini kita dituntut mampu merumuskan anggaran maupun teknis kegiatan pembelajaran saat pelaksanaan study banding, sehingga outputnya benar-benar sesuai harapan.

Keempat follow up, study banding bukan hanya merupakan kegiatan bersenang-senang untuk menghabiskan anggaran atau untuk melegalkan pendapatan lebih, tapi ini adalah proses pembelajaran yang akan diaplikasikan secara nyata dalam pengembangan potensi desa.

Dari hasil perencanaan diatas harus dilaksanakan secara estafet, fokus dan terarah. Misalkan pada study banding awal kita menargetkan pembentukan kegiatan pemberdayaan, dalam study banding kedua menargetkan evaluasi kegiatan, dalam study ketiga menargetkan Pengambangan inovasi dan seterusnya.

Budaya study banding monoton acak tidak fokus dan terarah harus ditinggalkan karena itu murni akan menghabiskan anggaran, study banding bukan money laundry tapi pembelajaran lapangan untuk mereplikasi kegiatan yang sudah berhasil masuk ke desa kita, dalam optimalisasi perencanaan besar diperlukan penanganan khusus dari pihak berkompen dibidangnya. (*)

Komentar